Gadget Sedang Membunuh Para Kutu Buku


Foto : Filex Degei


MEMBACA dan menyimak judul dari tulisan ini, pasti tidak sedikit orang yang akan penasaran dan bertanya; mengapa seperti itu? Namun, ketahuilah bahwa tulisan ini akan coba mengangkat masalah serius yang sedang mengakar dalam keseharian hidup manusia pada abad 21 ini. Sehingga, pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail mengenai; Apa itu ‘gadget’ dan ‘kutu buku’? Apa saja ciri-ciri seorang ‘kutu buku’? Mengapa disebut ‘gadget’ sedang membunuh para ‘kutu buku’? Dan, apa saja dampaknya serta solusi untuk mengatasinya?              
Dengan adanya Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sangat pesat, dapat membawa banyak dampak dalam keseharian hidup manusia. Entah dampak positif juga negatif bagi para penggunanya. Terlebih khusus, setelah adanya banyak penemuan alat-alat canggih yang sangat sederhana dan memanjakan manusia, antara lain salah satunya adalah gadget.
Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya suatu peranti, instrumen atau alat yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibanding dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. (bdk. id.m.wikipedia.org).   
Perbedaan antara gadget dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan dan berukuran lebih kecil, serta sangat mudah dalam pemakaiannya (praktis). Ia bisa dibawa kemana saja dan kapan saja, oleh para pengguna (portable). Sehingga, ia sungguh memanjakan pengguna dalam keseharian hidupnya.
Sebagai contoh: komputer merupakan alat elektronik yang dibuat dalam bentuk gadget, yakni laptop, notebook  ataupun netbook. Sementara, telepon dibuat jadi telepon pintar (smartphone)seperti iphone dan blackberry. Salah satu fitur terkenal dan paling menarik dari gadget saat ini adalah adanya layanan internet.
Sementara, Kutu Buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang senang membaca dan menelaah buku di mana saja. Sehingga, sangat jelas, bahwa ia hanyalah sebuah sapaan yang akrab bagi siapa saja yang gemar membaca buku.
Berikut ini adalah 10 ciri seorang ‘kutu buku’ yang dirangkum oleh Bintang.com, Jakarta. Kesepuluh ciri tersebut, antara lain:     
“a). Selalu meluangkan banyak waktu untuk membaca ketimbang browsing di Internet dan mengerjakan hal lain yang sifatnya outdoor; b). Selalu bawa buku-buku favoritnya kemana pun pergi; c). Sering sampai tertidur dengan buku masih di atas kasur; d). Selalu sangat tertarik dengan karakter yang ada di dalam buku; e). Tidak pernah bosan membaca buku yang sama berkali-kali; f). Merasa kesal ketika cerita itu difilmkan, karena mulai dari karakter sampai alur cerita enggak ada yang pernah sama; g). Lebih memilih berada di rumah untuk baca buku ketimbang jalan-jalan ke luar bersama teman-teman; h). Selama membaca buku itu, seakan tenggelam dalam cerita yang dikisahkan; i). Menganggap orang yang enggak suka baca buku adalah orang teraneh sedunia; dan j). Setelah selesai membaca satu hanya butuh waktu beberapa saat untuk menikmati sensasi dari kisah dalam buku. Tapi, dengan segera akan mulai membaca buku lain.”      
Membaca telah lama dikenal sebagai salah satu aktivitas yang digemari oleh banyak orang. Oleh karena itu, ia selalu dikategorikan dalam kegiatan kegemaran rutin seseorang yang lazim disebut hobi (hobby). Sehingga, bagi orang yang hobi membaca buku, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya.
Meski demikian, kini dengan adanya berbagai merk gadget yang sangat canggih, telah mengubah gaya hidup dari setiap orang. Di mana-mana, kini orang selalu jalan dengan gadget di tangan. Entah itu di jalan raya, di atas kendaraan, dalam kelas atau tempat belajar, mall, dalam pesawat terbang bahkan di tempat-tempat ibadah; seperti gereja, masjid  dan lain-lain.
Dampak itu pun kini telah terjadi pada para kutu buku, yang notabene keseharian hidupnya selalu bersama dengan buku. Namun, posisi buku yang selalu ada di genggaman tangannya itu pun telah dirampas oleh sang gadget yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna.
Dengan gadget, orang bisa mengakses apa saja, kapan saja dan dari dimana saja. Asalkan ada pulsa paketan, serta jaringan internetnya. Entah mau mencari, membaca, menonton atau pun mengunduh data informasi apa saja yang sedang dibutuhkan. Caranya tidak susah, cukup hanya ketik kata kunci pada laman google pencarian. Selanjutnya, akan muncul banyak pilihan dan pengguna hanya memilih sesuai dengan kebutuhan saat itu.
Selain itu, gadget kini juga telah dilengkapi dengan banyak aplikasi permainan yang bisa membuat orang kecanduan. Terlebih dengan adanya permainan online (game online). Di sana tersedia semua jenis permainan, seperti; Point Blank, Ragnarok, Atlantica, Angry Birds, Dragon Nest, AyoDance, Dot.A, Yulgang, Street Dance, Counter Strike, Criminal Case dan lain-lain.
Akhirnya, dengan adanya banyak jenis media jejaring social, juga berpotensi orang lupa akan kewajiban sehari-hari. Jenis media sosial yang sedang ramai digunakan oleh semua orang saat ini, seperti facebook, twitter, bbm, whatsApp, telegram, line, instagram, path, dan lain-lain. 
Tentu, kondisi seperti ini sangat berpotensi untuk mematikan kebiasaan orang dengan rutinitasnya. Termasuk salah satunya bagi para kutu buku yang selalu bersama dengan buku, untuk terus membaca. Betapa tidak mungkin, nyatanya gadget telah memudahkan dalam mengakses semua informasi yang dibutuhkan.
Sehingga, semua hal tersebut di atas pasti akan membuat semangat dan etos untuk membaca dari sumber naskah atau buku teks cetakan akan cepat memudar. Jenis bacaan yang kini terlihat, mulai dilupakan adalah seperti koran, majalah, jurnal hingga buku cetak. Padahal informasi-informasi yang tersedia secara online seringkali tidak akurat.
Dengan melihat indikator perubahan kebiasaan di atas, dapat disimpulkan bahwa benar “Gadget sedang Membunuh Para Kutu Buku”. Padahal, kita telah ketahui bersama bahwa aktivitas membaca buku sama halnya dengan mengeksplorasi dunia dalam sekejap. Sehingga lazim orang katakan bahwa ‘buku sebagai jendela dunia.’
Dampak negatif dari adanya gadget ini, terjadi tidak hanya pada orang dewasa. Akan tetapi, ia justru sangat nampak dan rawan bagi anak-anak dan remaja. Padahal mereka adalah usia yang sangat potensial dan harapan sebagai generasi penerus bangsa kelak. Mereka juga boleh dikatakan para calon kutu buku yang akan menjadi korban karena adanya gadget.
Hal kekuatiran akan bahaya penggunaan gadget terhadap anak-anak ini telah diungkap melalui berbagai media massa. Komentarnya baik dari perorangan maupun lembaga yang peduli dan berkaitan dengan masalah pendidikan dan kesehatan pada anak-anak.  
“Salah satu dampak yang terjadi pada anak-anak sekarang adalah mereka lebih mau diceritakan dibanding cari informasi sendiri. Belum lagi Anak TK sampai SD yang harusnya banyak bibit buat suka baca malah suka main gadget.” Ujar Tiffani salah seorang Jurnalis Senior Indonesia. Sebagaimana dilansir pada Okezone.com, (Kamis19/11/2015) lalu.
Ia juga mengajak agar para orangtua tidak hanya meminta anak belajar dan baca, tetapi juga mengarahkan pada kegiatan yang lebih positif. Misalnya ajak anak-anak ke toko buku atau perpustakaan supaya mereka tahu. Jangan hanya difasilitasi dengan gadget yang canggih yang buat mereka kecanduan main game.
“Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan perlunya Anak Usia 0-2 tahun sama sekali tidak terpapar gadget. Sementara anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Namun faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan,” sebagaimana dirilis pada Kompas.com (12 Mei 2014).
Bahkan, seorang dokter spesialis Anak asal Amerika Serikat Cris Rowan mengatakan, perlu ada larangan keras untuk penggunaan gadget pada anak usia dini, yakni anak di bawah 12 tahun. Hal ini sangat krusial karena sudah banyak penelitian yang membuktikan tentang adanya dampak negatif pada mereka.
Media Kompas.com (12 Mei 2014) lalu, memuat setidaknya ada 10 dampak buruk yang akan dialami oleh anak usia dini akibat kecanduan menggunakan gadget, antara lain:
  1. Pertumbuhan Otak yang Terlalu Cepat
Pada umumnya anak usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak mereka paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Sehingga, stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan tersebut, termasuk bagaimana cara yang bijak untuk menggunakan gadget. Hal ini sangat vital karena pengaruhnya akan membuat berkurangnya perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.
  1. Hambatan Perkembangan
Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Hal demikian tentu sangat berdampak buruk dan akan menghambat perkembangannya. Terlebih khusus dalam hal kertrampilan bahasa juga prestasi di sekolah. Beberapa hasil penelitan membuktikan bahwa satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan.
  1. Obesitas
Kecanduan dan ketergantungan pada gadget bisa membuat orang kurang aktivitas fisik seperti berolahraga. Tidak hanya itu, mereka juga bisa kurang bersosialisasi dengan lingkungan di sekitar. Sehingga salah satu dampak yang bisa terjadi pada mereka adalah kegemukan (obesitas). Padahal, diketahui bahwa obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.
  1. Gangguan Tidur (Insomnia)
Gangguan tidur (insomnia) bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak. Terlebih kepada anak yang suka mengoperasikan gadget di kamar tidurnya. Sebuah studi menemukan bahwa 75 persen anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur. Hal ini rawan terjadi karena mereka sedang berada di luar pengawasan kedua orangtuanya. Tentu hal tersebut akan berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.
  1. Penyakit Mental
Tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan gadget secara rutin dan berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental. Faktanya, ada sejumlah studi menyimpulkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab meningkatnya laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku lainnya pada anak. Tentu dengan adanya gangguan ini akan berpengaruh terhadap kelancaran rutinitas sehari-hari.
  1. Agresif
Salah satu faktor yang mempengaruhi adanya perilaku seseorang adalah rangsangan yang kuat. Jika terlalu sering menggunakan gadget yang memuat tayangan kekerasan bisa membuat individu yang bersangkutan cenderung agresif. Apalagi, saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya. Hal demikian tentu akan berpengaruh terhadap setiap sikap dan tingkah laku dalam hidup sehari-hari.
  1. Pikun Digital
Pikun Digital ini adalah sebuah istilah kelainan yang rawan terjadi bagi para pecandu dalam menggunakan barang-barang elektronik seperti gadget. Gejala itu dapat terjadi sebagai akibat dari paling sering menonton media dengan kecepatan tinggi seperti game atau video yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam memahaminya. Terlalu sering berkecimpung dengan aktivitas seperti ini bisa mengalami penurunan perhatian, sekaligus daya konsentrasi dan ingatan.
  1. Adiksi
Adiktif atau kecanduan adalah salah satu dampak yang sangat tidak bisa dipungkiri terjadi pada pengguna gadget. Betapa tidak mungkin, disana terdapat banyak kemudahan dan kegemaran. Sehingga, hal tersebut berpotensi membuat mereka tidak bisa hidup tanpa gadget (hidup ketergantungan). Akibatnya mereka bisa lupa dengan semua rutinitas yang lainnya.
  1. Radiasi
Pengaruh radiasi yang dikeluarkan dari gadget sangat berbahaya bagi tumbuh kembang seorang anak. Terlebih khusus pada sistem kerja otak dan daya tahan tubuh yang sifatnya masih belum matang. Hal kekwatiran akan bahaya ini terakhir datang juga dari Organisasi PBB yang menangani bidang kesehatan sedunia (WHO). Mereka mengkategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya.
  1. Tidak Berkelanjutan
Tidak berkelanjutan yang dimaksud di sini adalah menyangkut usia lama tidaknya informasi yang akan ada pada ingatan jangka panjang (long-term memory). Bahkan ada penelitian membuktikan bahkwa pendidikan yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dalam ingatan anak-anak.  Sehingga, sangat jelas bahwa sebenarnya akses informasi melalui gadget rentang sekali lupa dari pada dari buku cetak.
Setelah membaca dan memahami dampak serius dari penggunaan gadget terhadap para kutu buku di atas, maka selanjutnya perlu dipikirkan tentang bagaimana cara mengatasinya. Tentu untuk mengubah suatu kebiasaan hidup seseorang, sangatlah susah. Apalagi jika ia sudah menjadi kecanduan (adiktif). Sehingga, ia membutuhkan sebuah pembiasaan yang diawali dengan kemauan yang kuat untuk berubah.
Hasrat untuk mau berubah, harus berasal dari dari setiap pribadi yang bersangkutan. Jika tidak, sekuat apapun paksaan dari orang lain, tidak akan perna efektif dalam mengubah perilaku orang lain. Namun demikian, pemberian stimuli yang paling sering sangatlah penting guna membangun kesadaran bersama.
Oleh karena itu, berikut penulis merangkum ada empat cara sebagai solusi untuk meminimalisir perilaku ketergantungan terhadap gadget yang diadaptasi dari berbagai sumber:
  1. Kurangi Frekuensi Bermain secara Bertahap
Untuk mengubah sesuatu yang sudah dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, merubah pola hidup seseorang. Demikian juga dalam hal mengubah intesitas bermain gadget. Sehingga, ia membutuhkan waktu dan secara bertahap. Berikut ini adalah dua aktivitas yang kiranya dapat membantu dalam tahap pemulihan itu, antara lain:
Pertama; ajak anak atau pun kita sendiri untuk bersosialisasi dengan teman sebaya atau lingkungan sekitar. Contoh; aktivitas yang bisa ikut ambil bagian, antara lain: mengikuti diskusi, seminar, bedah buku dan kegiatan-kegiatan dari organisasi sosial kemasyarakatan di luar yang sifatnya memberdayakan kita sendiri juga orang lain.
Kedua; Jika tidak sempat bersama dengan orang di sekitar, maka kita semestinya membuat diri sibuk dengan berbagai aktivitas menarik lainnya. Sederetan kegiatan yang bisa dilakukan seseorang adalah seperti: membaca buku, mengunjungi toko buku, perpustakaan, museum atau mengembangkan kreativitas lainnya yang sesuai dengan bakat dan hobinya masing-masing, misalnya menggambar, melukis, menyanyi, bermain gitar, piano dan lain-lain.
  1. Berikan Hadiah (Reward)
Pemberian apresiasi atau pujian (reward) sangatlah penting untuk membangun rasa percaya diri seseorang. Hal tersebut tidak harus datang dari orang lain juga dalam bentuk barang. Contoh yag sangat sederhana adalah memberian pujian dengan mengatakan ‘luar biasa’, ‘kamu pasti bisa’, ‘lihat akhirnya saya/kamu bisa’ dan lain-lain. Ungkapan-ungkapan tersebut terlihat sederhana, tetapi mereka akan membangkitkan rasa percaya diri seseorang.
  1. Jadilah Panutan
Menjadi model atau contoh bagi orang lain adalah pekerjaan yang tidak mudah. Apalagi ia menuntun orang lain untuk meniru atau mengikutinya. Sehingga, ia harus menjadi idola setiap saat. Jika kaitannya dengan mengubah kebiasaan menggunakan gadget, maka ia harus bijak dulu dalam menggunakannya. Terlebih bagi orangtua, guru atau pun siapa yang hendak mengajak orang lain untuk berubah. Misalnya, menggunakan gadget saat memang sangat dibutuhkan. Sehingga, orang di sekitar juga merasakan bahwa ternyata media tersebut kita gunakan saat memang kita butuh.
  1. Jangan Beri Anak Gadget
Jika orangtua terhadap anaknya, maka ia harus tegas. Hal ini bukan berarti bahwa orangtua tidak sayang pada si buah hatinya. Akan tetapi, ia justru sebagai manifestasi dari rasa kasih sayang yang sesungguhnya kepada anak. Salah satunya dengan tidak memberikan gadget kepada anaknya.
Dengan demikian tentu anak tidak akan tahu yang namanya gadget. Apalagi dengan segala isi aplikasi yang ada di dalamnya.

Dengan demikian, sangatlah jelas bahwa dengan keempat cara di atas paling tidak akan meminimalisir kecenderungan orang dalam menggunakan gadget. Karena ia terlihat sedang mengacaukan kewajiban seseorang, jika yang bersangkutan tidak bijak dalam memakainya. Termasuk para kutu buku yang rutinitasnya selalu dengan buku. Namun, lambat laun gadget sedang mendominasinya. Sehingga, kesannya ‘Gadget sedang Membunuh Para Kutu Buku.’

Untuk mengakhiri tulisan ini, penulis hendak mengutip kata bijak yang belum diketahui pengarangnya. Namun ia kurang lebih artinya sebagai berikut “akhirnya aku sadar! Orang-orang terpenjara dengan telepon-teleponnya. Makanya mereka lazim sebutnya sebangai telepon pemenjara (telepon yang suka memenjarakan orang).”

“I finally realized it…! People are prisoners of their phones. That’s why they are called cell phones,”  Unknown Author.
Intinya, sadar atau tidak sebenarnya kita selalu terpenjara dengan telepon genggam yang kita miliki.
Salam Perubahan!

Related Posts:

Kita Mesti Berguru Dari Mereka Tentang Gemar Membaca Buku!

Foto: Felix Degei
Tulisan ini seluruhnya berdasarkan hasil pengamatan pribadi. Sehingga sebelumnya penulis hendak mengklarifikasi tentang penggunaan dua Kata Ganti (pronoun) dalam tulisan ini. Pertama, Kata Ganti ‘Kita’ dalam tulisan ini maksudnya ‘Orang Indonesia pada umumnya.’ Dan Kedua, ‘Mereka’ maksudnya ‘Orang Barat’ (Western People).   
Tepatnya pada Tanggal 26 Juli 2016 lalu, penulis yang sama pernah menulis sebuah artikel pada Media Online Milik Perpustakaan Narotama dengan judul: Gadget sedang Membunuh Para Kutu Buku.  Dalam tulisan tersebut mengulas secara detail tentang empat hal berdasarkan pengamatan pribadi dari konteks pola hidup Orang di Indonesia pada umumnya. Pertama; Apa itu ‘gadget’ dan ‘kutu buku’? Kedua; Apa saja ciri-ciri seorang ‘kutu buku’? Ketiga; Mengapa disebut ‘gadget’ sedang membunuh para ‘kutu buku’? Dan, Keempat; Apa saja dampaknya serta solusi untuk mengatasinya?     
Sementara dalam tulisan kali ini pembahasannya berdasarkan pengamatan pribadi juga atas pola hidup Orang Barat (western people). Terlebih khusus oleh penduduk di Kota Adelaide Australia Selatan. Menariknya karena pola hidup tersebut tercermin dalam era perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sama. Namun sangat beda jauh dengan kebiasaan hidup kita Orang di Indonesia. Sehingga, pada bagian selanjutnya dari tulisan ini akan dibahas secara detail berdasarkan pengamatan pribadi.  
Setelah tiba di Kota Adelaide Australia Selatan pada awal Bulan Februari lalu, penulis sempat kaget dengan berbagai perbedaan yang ada di sini. Tentu banyak hal yang sangat berbeda dengan Indonesia misalnya cuaca atau iklim, musim, makanan pokok, gaya hidup dan lain sebagainya. Namun hal yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah pada aspek gaya hidupnya (life style).  
Salah satu contoh perbedaan yang terlihat sangat menonjol antara Orang Indonesia dengan Orang Barat seperti di Kota Adelaide adalah kebiasaan membaca. Sungguh aktivitas tersebut seakan sudah menjadi bagian dari hidup mereka yang tak terpisahkan. Dimana saja dan kapan saja mayoritas dari mereka selalu jalan dengan buku di tangannya. Seketika mereka punya waktu luang (leisure time) tentu mereka akan selalu habiskan dengan aktivitas membaca.   
Hal yang sangat menarik di sini adalah bahwa aktivitas tersebut dilakukan tidak hanya oleh kelompok atau golongan usia tertentu saja. Akan tetapi, semua kalangan melakukan aktivitas yang namanya membaca itu. Mereka berasal dari berbagai perbedaan latar belakang seperti jenis kelamin entah itu laki-laki ataupun perempuan juga dari aspek usia yakni muda, tua hingga mereka yang sudah lanjut usia (lansia).   
Sehingga, tidak perluh heran lagi bagi orang baru jika ketemu Orang Barat seperti di Adelaide Australia yang semua orang selalu sibuk dengan aktivitas membaca buku. Entah itu di terminal bis, dalam bis, tram, stasion kereta, dalam kereta, bandara udara, dalam pesawat, bangku di depan ataupun pinggiran toko, mall, taman bunga, pantai dan tempat umum lainnya.  
Realitas gaya hidup ini sangat beda jauh bahkan perbedaan terbalik dengan kita Orang Indonesia. Dimana-mana sebagian besar orang selalu jalan dengan alat-alat elektronik (gadget) dengan berbagai model dalam genggaman tangannya. Misalnya handphone dengan berbagai merk seperti Samsung, Apple, iPad, Smartphone dan lain sebagainya. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan ‘Gadget sedang Membunuh Para Kutu Buku’.
Melihat dan menyimak gaya hidup seperti itu,  penulis penasaran dan pernah bertanya kepada beberapa Orang Barat di Kota Adelaide. Pertanyaannya hanya satu yakni; Mengapa orang di sini (Adelaide) banyak yang sangat gemar membaca dimana saja dan kapan saja karena realitas ini sangat beda dengan kami di Indonesia?
Hal yang menarik di sini adalah bahwa meski jawaban berasal dari beberapa orang namun dengan penjelasan yang kurang lebih sama. Sehingga penulis dapat menyimpulkan setidaknya ada dua pembiasaan yang memang sejak lama diterapkan oleh para orang tua bahkan moyang mereka. Kedua kebiasaan tersebut antara lain sebagai berikut.  
Pertama: Orang tua selalu membiasakan anak sejak kecil untuk membaca selain menonton. Salah satu contohnya adalah dengan membelikan kaset film atau video dengan bukunya secara lengkap. Sehingga setiap anak wajib membaca bukunya selesai dulu lalu menonton ataupun sebaliknya.
Kedua: Di Australia pada umumnya anak-anak sejak di bangku Sekolah Dasar (Primary School) sudah ada pelajaran membaca (reading) dengan tingkat kesulitan yang sesuai dengan usia mereka. Menariknya lagi dari pembiasaan ini adalah diakhir dari aktivitas membacanya mereka diminta untuk menceritakan kembali (retelling story). Hasil yang diharapkan adalah cerita berdasarkan pemahaman pribadi setelah membaca selesai.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa kedua cara di atas adalah pola pembiasaan yang paling jitu selama ini diterapkan oleh Orang Barat dalam membangun kegemaran membaca seseorang sejak usia dini. Meskipun memang masih banyak faktor lain juga yang turut mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang termasuk aktivitas membaca.
Semoga tulisan singkat dan sederhana ini akan menggugah hati dan nurani kita dalam menyikapi segala pertumbuhan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat pesat belakangan ini. Harapannya agar ia tidak mengikis bahkan mematikan kebiasaan-kebiasan lama yang sesungguhnya menumbuhkan daya cipta, karya dan karsa dari setiap insan.
Indonesia Kita Pasti BISA!     
Oleh Felix Degei (Penulis Adalah Direktur Bidang Riset dan Kajian Akademik Persatuan Pelajar Indonesia Australia The University of Adelaide (PPIA UofA) Australia Selatan)

Related Posts:

CARA MENAMBAHKAN BRUSH DI ADOBE PHOTOSHOP CS6

Selamat bertemu kembali lagi bersama saya Sa Belajar Sa Berbagi, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan tips bagaimana cara untuk menambah Brushes didalam Adobe Photoshop CS6, namun jangan khwatir semua Versi Adobe Photoshop hampir sama caranya untuk menambahkan brushes. Untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak teman-teman harus memiliki rasa ingin tahu atau penesaran terhadap sesuatu maka dengan rasa ingin tahunya tema-teman akan terbuka wawasan untuk bertanya kepada siapapun dia.
    Oke tanpa basa-basi kita akan memulai saja materi kita pada saat ini untuk itu ikuti saja langkah-langkah atau penjelasan dari tips ini.
  1. Langkah pertama yang teman-teman harus lakukan adalah mendoenload sebanyak mungkin brushes di media social, saya biasanya download di alamat internet www.allfreedownload.com nah di alamat website ini menyedian banyak sekali brus teman-teman bisa download sepuasnya, bukan brus saja yang mereka sediakan yang lainnya teman-teman kunjungi sendiri.

  1. Copi (Ctrl+C) terlebih dahulu semua Brush yang baru saja teman-teman download namun sebelumya extrat dulu file.
  1. Proses selanjutnya teman-teman buka di lokasi folder brush yang ada didalam aplikasi Adobe Photosho CS6.  C:\Program Files (x86)\Adobe\Adobe Photoshop CS6\Presets\Brushes


  1. Localdisk C: (Windows 8)
  1. Program Files (X86) / Program Files
Catatan : (kawan-kawan disini saya punya ada yang 32 Bit dan 64 Bit sehingga saya tambahkan Program Files dan Program Files (X86) di dalam kedua folder ada Folder adobenya tapi disini saya pakai yang Program Files (x86) karena Adobe Photoshop yang saya Install ada dua Versi 32Bit dan 64Bit)




  1. Adobe
  1. Adobe Photoshop CS6
  1. Presets
  1. Brushes


  1. Nah sekarang pastekan (Ctrl+V) hasil Copian tadi di folder Brushes dan jangan hapus brush pembawaan dari Adobe Photosho, bisa dihapus tetapi ketika kita desain sesuatu pastik kita akan membutuhkan nah oleh karena itu jangan di hapus saja biar kelihatan banyak hehehe.eeee

  1. Oke setelah itu teman-teman jalan program Adobe Photoshopnya
  1. Setelah terbuka adobe photoshopnya teman-teman buka Document baru / New (Ctrl + N), kita buka Document baru ini untuk lihat apakah sudah tertambah atau tidak brush yang kita tambahkan.
  1. Klik di Brush tool (B)
  1. Untuk selanjutnya klik kanan di area kerja dan akan muncul seperti pada gambar dibawah ini.
  1. Dan selanjutnya klik saja di icon pengaturan yang terletak di bagian kanan paling atas gambar diatas ini dan lihat hasilnya seperti pada gambar di bawah ini:
  1. Untuk mencoba brushernya teman-teman tinggal klik saja mana yang teman-teman ingin mencoba. Disini saya coba kaca retak
  1. Setelah muncul pesan dialog teman-teman Klik OK
Hasilnya seperti ini :
  1. Sekarang coba tema-teman klik di Area kerja kosong tadi dan lihal hasilnya seperti  gambar dibawah ini:
Gimana hasilnya memuaskan atau tidak itu, kalau misalnya teman-teman edit foto kemudian backgroundnya teman-teman bikin sendiri wah itu lebih bagus.

Teman-teman itulah sedikit tip dari saya semoga bermanfaat buat teman-teman dan teman-temannya teman-teman, jang lupa untuk membagikan tutorial ini kepada orang-orang yang membutuh

Related Posts:

Patung Jungkat-Jungkit dan Sebuah Paradoks Keilmuan


Menggelitik sekali. Ya, itulah kesan pertama yang saya dapatkan ketika melihat gambar di atas dari sebuah tautan yang dibagikan oleh taman di FB. Ini adalah sebuah patung yang dibangun di Jepang. Yang jika sekilas kita lihat, pasti kita akan tertawa tidak percaya dan menganggap si pembuat patung ini mengada-ada. "Mosok iyo, cah cilik iso njengklitno wong gedene sak mono?" Masak iya sih, anak kecil bisa mengangangkat seorang pria dengan bobot yang (kira-kira) 4 atau 5 kali lebih berat dari bobot tubuhnya? Pasti si pembuat patung ini mengada-ada saja.

Hmmmm tapi coba kita lihat, sedikit saja kita perhatikan lebih jeli dan lebih terbuka. Maka akan kita temukan sebuah makna yang teramat dalam dari patung ini. Ada sebuah paradoks yang luar biasa, bukan tentang si kecil yang berhasil mengangkat si besar. Akan tetapi lihatlah apa yang terkandung di sebaliknya. Si kecil digambarkan duduk berdampingan (kalau tidak bisa dikatakan membawa) beberapa buah buku yang tebal-tebal yang kita bersama sepakat, ini adalah buku-buku berkualitas dan 'berat' isinya. Sedangkan si besar duduk hanya dengan membawa sebuah buku kecil (yang bisa jadi itu komik, buku cerpen, dsb - tanpa mengecilkan arti buku-buku tersebut).

Dan ternyata, si kecil mampu mengangkat si besar yang bobot tubuhnya berkali lipat darinya. Ini bukan arti sebenarnya dari patung ini. Arti sebenarnya dari patung ini adalah bahwa "Bobotmu ditentukan oleh seberapa banyak buku yang kau baca."

Dan jika kita ingat, Mark Twain, seorang novelis kenamaan asal Amerika Serikat mengatakan “The man who does not read good books has no advantage over the man who cannot read them.” Artinya apa? Bahwa dengan membaca buku yang bermutu, buku yang berkualitas, maka seseorang akan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan orang yang tidak membaca. Sehingga jelas pula bahwa dengan membaca, seseorang akan lebih terbuka cakrawala pemikirannya. Melalui bacaan, seseorang berkesempatan untuk melakukan refleksi dan meditasi, sehingga budaya baca lebih terarah kepada budaya intelektual deripada sekedar budaya hiburan yang dangkal.


Inilah makna dari patung itu. Bahwa kualitas seseorang bukan ditentukan dari bobot dan besar tubuhnya, kalau lebih jauh bisa juga dimaknai bukan dari usianya, bukan dari hartanya, bukan dari penampilannya, tapi dari keilmuannya. Dan ilmu ini akan kita dapatkan dari buku-buku yang kita baca. Maka inilah urgensinya kita membaca.


Bahkan dalam ajaran agama (Islam) pun Tuhan langsung memberikan perintah kepada manusia tentang membaca ini. Lihatlah pada Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5 yang di sana sangat jelas dan terang tentang bagaimana Tuhan memerintahkan manusia untuk membaca. Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu lah yang Paling Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa sang tidak diketahuinya.

Tentu saja, dari sini sudah bisa kita lihat bagaimana dan betapa pentingnya membaca bagi manusia. Hingga Tuhan-pun “turun tangan” secara langsung demi hal ini. Dan jika kita mau dan mampu merunut lebih jauh, membaca bukan semata untuk kepentingan pendidikan dan keilmuan semata, akan ketika kita melihat dan memahami perintah Tuhan dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5 tersebut, membaca merupakan kewajiban yang dinilai sebagai ibadah, yang tentu saja ketika kita mengerjakannya, selain kita akan mendapatkan manfaat berupa kekayaan wawasan, informasi dan pengetahuan, kita juga akan mendapatkan pahala yang besar di sisi-Nya.


Related Posts:

CARA MENGATASI KEDAP-KEDIP CMD DI WINDOWS 8

Kedap-kedip iya masalah ini saya pernah mengalami ketika saya lagi Online Internet di Nabire Cyber yang terletak di Kabupaten Nabire alamat Jalannya Jln. Kusuma Bangsa Nabire Papua, depan SMA YPK TABERNAKEL Nabire Papua. Yang lebih malas adalah ketika kita lagi serius dengan sesuatu, misalnya bermain Game Zuma munngkin atau sedang menontong Film atau dan lain sebagainya kemudian tiba-tiba muncul Virus tersebut. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit tips bagaimana untuk mengatasi masalah itu. Lebih lengkapnya ikuti saja Tutorial Kali ini. Gambar dibawa ini merupakan maslah yang saya dapat ketika saya lagi mendesain Kalender.
  1. Langkah pertama buka Local Disk (C:) di computer kita disini saya punya Windows 8, perhatikan gambar dibawah ini. Dan jangan lupa untuk centang checkbox Hidden Items dengan cara klik View >> Hidden Items.
  1. Setelah di centang akan muncul beberapa folder yang sudah tersebunyi sepertinya MSOCache, ProgramData. Selanjutnya buka Folder ProgramData
  1. Dan selanjutnya search folder yang bernama Microsoft
  1. Kemudian berikutnya lagi buka di folder Network
  1. Okee tidak bosan-bosan untuk membuka folder iya kawa-kawan iya, tetapi tenang ini demi untuk kenyamana leptop kita, di dalam Folder Network terdapat tiga folder
  1. Proses selanjutnya hapus folder yang paling bawah yang bernama Dsq beserta isinya. Jika tidak bisa terhapus teman-teman Download software Unlocker kemudian hapus, untuk menghapusnya klik di Unlocker dan selanjutnya akan muncul pesan dialog seperti pada gambar diwah ini kemudian tekan Delete kemudian OK
  1. Apabilah muncul pesan seperti berikut ini berarti Folder tadi kita sudah berhasil untuk menghapusnya. Setelah itu matikan Leptopnya kemudian nyalakan (Restart Computer) dan perhatikan hasilnya apakah masih muncul seperti sebelumnya atau tidak.
Itulah sedikit tutorial dari saya semoga bermanfaat buat teman-teman sekalian.
Jangan lupa share ilmu ini ke teman-teman lainnya supaya mereka juga bisa tahu. Dan akhir kata ©SaBelajarSaBerbagi


File Pdf-nya download disini CARA MENGATASI KEDAP-KEDIP CMD DI WINDOWS 8 

Related Posts:

CARA MEMBUAT KALENDER DENGAN CORELDRAW X7

Sahabat muda sekalian selamat berjumpa kembali dalam nama Tuhan Kita Yesus Kristus, dalam beberapa tahun lalu saya medapat wan tolong saya untuk mendesain Kalender, saya malas untuk melihat karyanya orang lain saja, mulai sekarang saya juga mau bikin sesuka hati saya.

Na pada kesempatan yang indah ini saya akan membagikan bagaimana cara mendesain kalender denga perangkat lunak (Software) CorelDraw X7 (X7 Merupan Versi dari Aplikasi yang sedang di kembangkan oleh Perusahaan).

Gambar dibawah ini merupakan hasil dari Materi saya pada saat ini, jadi jika teman-teman menginginkan yang lebih bagus lagi teman-teman bisa mendesain lebih bagus dari pada saya,  disini saya hanya menunjukkan jalan bahwa untuk membuat Calender seperti ini.

Teman-teman juga bisa menambahkan beberapa hari-hari besarmu didalam kalender ini misalnya, hari jadian dengan pacar, hari ulang tahun anak, mama, papa, atau hari-hari besar lainya.
Informasi sebelumnya teman-teman harus memppunyai software corel yang sudah terinstall atau sudah terpasang di leptop atau komputernya teman-teman versi berapa saja.
  1. Langkah pertama jalankan aplikasinya denga cara Klik kanan kemudian >> Open atau secara cepat klik kiri doble.

  1. Langkah selanjutnya adalah klik New Document
  1. Dan proses selanjutnya adalah akan muncul kotak dialog Create a New Document. Itu kita perlu pemberian nama dan ukuran pada lembar kerja kalender yang kita buat. Setelah sudah tekan OK
  1. Sekarang kita sudah mulai masuk kedalam proses pembuatan desain Kalender pilih Tools >> Macros >> Rum Macros perhatikan image berikut
  1. Untuk selanjutnya  akan muncul Run Macros nya, teman pilih di Macros in di CalenderWizard.gms dan selanjutnya Klik Run yang terdapat di bagian Kanan atas.
  1. Hohoooo….. naa sekarang kita input semua yang kita perlukan dari Tahun, dan hari-hari besar lainya di Tahun ini ke dalam Kalender yang kita mau buat. Calender date yang teman-teman perlu perhatikan yaitu Year 2017 (Tahun), kemudian centang Checkbox Month (Bulan) itu semua denga menekan Combobox All dan untuk selanjutnya Bahasa Kalender atau Calender Language  disini saya pilih English jika teman-teman ingin menggunakan Bahasa Indonesia teman-teman biasa Menambahkan di New kemudian input nama-nama hari, bulan, dan tahun dalam Bahasa yang anda input, setelah itu Loyout sini teman-teman boleh pilih template atau tampilan dari pada kalender yang kita buat, dan selanjutnya yaitu menambahkan hari-hari besar dengan menekan Holidays  setelah sudah semuan tekan Generate.
  1. Setelah muncul pesan dialog seperti pada gambar dibawah ini teman-teman klik OK kemudian Klik Generate
  1. Dan lanhkah selanjutnya tekan F4 pada keyboar untuk melihat full hasil dari yang kita buat. Dan langkah berikut yang kita buat adalah menimport gambar atau foto yang nantinya jadi pelengkap dari pada Kelender perhatikan cara berikut ini.
  1. Setelah itu cari lokasi foto atau pemandangannya. Kemudian tekan Import perhatikan gambar berikut ini.
  1. Klik dan drack gambar yang baru saja kita upload kedalam CorelDraw di lokasih yang kosong.
  1. Dan selanjutnya yaitu kita perlu menghilangkan bagian yang tidak dibutuhkan di foto atau pemandangan yang kita import. Dengan cara pilih Object >> PowerClip >> Place Insede Frame…
  1. Edit sesuai denga keinginan kita proses selanjutnya adalah Klik Kanan Mousenya kemudian tekan Finish Editing This Level.
  1. Wah melelahkan juga iya…….. tetapi tetap sabar untuk membuat sesuatu yang indah dan unik membutuhkan waktu yang lama, selanjutnya kita akan membuat gambar bingkan sederhana dengan Rechtangle Tool. Caranya klik dobel pada Toolbox kemudaian pilih warnah sesuka hati kita.
  1. Dan proses selanjutnya adalah simpan untuk simpan kita bisa menekan Tombol Ctrl + E kemudian pilih formatnya tegantung kita mau pilih JPEG, GIFF, PNG dan lain sebagainya. Tetapi disini saya beritahu dengan cara lain yaitu Export For >> Web
  1. Kemudian akan tampil dialog seperpi berikut ini pilih format : JPEG >>Color Mode RGB Color (24 Bit) >> kemudian tekan  Save As
  1. Proses selanjutnya adalah cari lokasih penyimpanannya kemudian simpan atau tekan Save
  1. Dan hasil akhirnya kita bisa lihat sendiri, dan jika teman-teman punya Print teman-teman biasa cetak lansung dan tempel di kamar…

Demikian tutorial cara membuat kalender dengan CorelDraw dari saya smoga bisa bermaffat buat teman-teman sekalian, dan jangan lupa untu membagikan ke teman-temanya teman-teman…. Dan akhir kata K O H A

Related Posts: