SURAT CINTA BUAT AINAN NURAN

SURAT CINTA BUAT AINAN NURAN
Oleh: Victor Mambor .
Hai Ainan, semoga kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita bertemu di New York.
Oh ya, saya kagum sekali melihat gaya kamu menanggapi pidato empat negara Pasifik di sidang Majelis Umum PBB kemarin. Tak ada bedanya dengan Nara Masitha, rekan kamu itu. Kamu sangat berapi-api membantah semua tuduhan. Seakan tak ada hari lain untuk membantah, saat itu harus tuntas.
HOAX, kata itu kamu gunakan di awal tanggapan yang kamu baca itu. Memang di Indonesia saat ini, HOAX sedang menjadi trend. Pemerintah hingga masyarakat awam seperti menjadi kerdil kalau tak menyebut kata HOAX itu. Itu pilihan kata yang bagus untuk tanggapan yang kamu bacakan itu.
By the way Ainan, sudah lama saya tinggal di Papua. Kamu tahu itu kan? Tapi kok saya seperti tak pernah mendengar apa yang kamu sebut "proses pembangunan masif dalam tiga tahun belakangan ini"?
4.325 kilometer jalan? Dimana saja itu Ainan? Bisakah kamu menjelaskan pada saya 4.325 kilometer jalan itu terbentang dari mana hingga kemana dan kapan dibangun? Jika jalan itu ada, tak mungkin harga BBM bisa mencapai 50 ribu perliter dan harga semen diatas 1 juta per sak. Bukankah Presiden Joko Widodo mengatakan infrastruktur jalan adalah sarana mengurangi kemahalan di Papua?
Ainan, tahun depan ajaklah Nara menikmati Festival Lembah Baliem di Wamena, agar kalian bisa merasakan mahalnya BBM di Wamena. Saya bersedia menemani kalian berdua menempuh perjalanan darat dari Jayapura ke Wamena. Tapi maaf, perjalanan darat itu hanya mimpi saja. Hahaha….. tak usah khawatir, saya bisa mentraktir kalian tiket pesawat New York – Wamena pulang pergi.
30 pelabuhan baru dan 7 airport? Bolehlah disebutkan pelabuhan dan airport baru dimana saja itu?
2,8 juta OAP dapat pelayanan kesehatan gratis? Jika 2,8 juta itu adalah penduduk OAP, termasuk saya, Ainan oh Ainan, mulutmu lincah membaca teks tapi pengetahuan dan pemahamanmu tentang Papua sangat minim. Sebagai Orang Asli Papua, saya tidak pernah mendapatkan layanan kesehatan gratis itu. Kamu seharusnya tahu, kesehatan itu mahal. Dan negara Indonesia ini tak sanggup memenuhi kemahalan itu. Masih banyak orang seperti saya Ainan, jangan lebay deh.
Kalaupun kamu tetap bersikeras mengatakan demikian, lalu mengapa banyak balita yang meninggal di Nduga, Koroway, Deiyai hingga Merauke? Atau kamu berpikir balita itu bukan OAP? Jangankan berpikir mendapatkan layanan kesehatan gratis, layanan berbayar pun tak bisa dipenuhi karena dokter dan tenaga medis sangat terbatas. Kamu tak akan pernah bisa membayangkan apa yang dihadapi oleh Orang Asli Papua di pedalaman Papua.
Lalu, 360 ribu siswa dan mahasiswa asli Papua mendapatkan pendidikan gratis? Oh my God, please Ainan, datang ke Papua saja. Kamu bisa jadi panitia seleksi beasiswa. Lalu lihat sendiri, seberapa banyak Orang Asli Papua yang mendapatkan beasiswa dibandingkan Non Papua yang mengambil beasiswa yang menjadi hak Orang Asli Papua itu?
9,21 persen pertumbuhan ekonomi? Yang ini saya tak bisa berkomentar karena tak tahu bagaimana cara menghitungnya.
Nah, kalau soal tuduhan negara-negara Pasifik itu, saya tak perlu mempertanyakannya pada kamu. Kamu bukan orang yang tepat untuk ditanyai. Tapi penangkapan, pembunuhan, penembakan itu kenyataan yang terjadi di Papua. Awal Agustus lalu kan ada anggota Brimob yang tembak belasan warga sipil hingga meninggal dan lainnya terluka. Sekalipun mereka ini menjalani sidang etik, sanksinya kamu tahu apa? Hanya mutasi dan permintaan maaf. Menyebabkan orang meninggal dengan menyalahi prosedur kok hanya disanksi minta maaf? Itu hanya salah satu contoh diantara puluhan atau mungkin ratusan kasus sejak Papua ini menjadi bagian NKRI.
Sebagai seorang yang berpendidikan tinggi, kamu seharusnya sadar berdebat itu hanya bisa terjadi jika masing-masing pihak yang berdebat memiliki pengetahuan dan informasi yang setara. Jika tidak, maka satu pihak akan menjadi pihak yang tidak rasional! Celakanya lagi, bisa menjadi penyebar HOAX!
Tahun lalu Nara mengakhiri kata-katanya dengan pepatah “satu jari menunjuk ke depan dan empat jari menunjuk diri sendiri”. Dia tak sadar saat mempraktekan pepatah itu, empat jari menunjuk dirinya sendiri. Tahun ini Ainan kamu mengakhiri tanggapan yang kamu baca itu dengan pepatah, “siapa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Siapa yang menepuk air dan muka siapa yang terpercik Ainan?
Kamu sendiri Ainan. Karena kamu sudah menyebarkan HOAX.
PS.
Anyway, I love you full!
Saya akan datang ke New York akhir Oktober. Jemput saya di JFK ya!
Jayapura, 28.9.2017

Related Posts:

Kedaulatan Negara Hancur karena Politik


Kedaulatan NKRI semakin hancur di mata publik akibat kepentingan politik yang sangat kental antar barisan merah putih dan Indonesia hebat. Dimana satu barisan menggunakan kekuatan kelompok organisasi tertentu untuk melawan kebijakan pemerintah Indonesia alias Indonesia hebat. 

Dengan adanya kepentingan politik Pilpres tahun 2019 masing-masing kubu sudah, sedang,  dan akan melakukan berbagai macam upaya dalam pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati,  walikota dan wakil walikota, dan gubernur dan wakil gubernur tahap I tahun 2017 dan Tahap II tahun 2018 mendatangkan guna memenangkan bakal calon yang akan diusung oleh Parpolnya.

Kedua kubu ini sangat terlihat pada saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta beberapa bulan lalu. Kemudian situasi dan kondisi politik menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua pada tahun 2018 mendatang, menurut kaca mata saya berpandangan bahwa kemungkinan besar akan terjadi hal yang sama dengan Pilkada DKI Lalu.

Sebab, kasus Ahok penistaan Agama Islam dari Pulau Seribu hakim memvonis penjara selama dua tahun. Saat ini gilirannya Bapak Lukas Enembe Gubernur Provinsi Papua dengan kasus korupsi dana beasiswa mahasiswa Papua luar Negeri yang sedang dalam periksaan di Mabes Polri Jakarta Pusat. Dalam kasus ini banyak issu yang beredar melalui media sosial maka dalam kasus yang menimpa Gubernur Papua ada muatan Politik for kepentingan Pilpres tahun 2019 mendatang.

Pejabat - Pejabat Papua harus sadar bahwa sistem Negara Indonesia sedang memainkan Bapak / Ibu yang ada didalam sistem negara itu sendiri dan ikut menjaga dan mengatur keutuhan sistem negara klonial Indonesia, namun hal ini tak kunjung diperhatikan oleh negara terhadap bapak/ibu.

Oleh sebab itu saya sangat berharap  kepada setiap Putra/Putri Papua yang akan memperebut kursi orang nomor satu bahwa; saling menjaga dan menghormati sesama kita Orang Papua,  mengedepankan nilai kemanusiaan, mengikuti setiap tahapan sesuai dengan asas Pemilu,  dan yang paling penting  tolong jaga dan kendalikan situasi dan keamanan jangan sampai ada korban nyawa  manusia Papua yang dikorbankan atas kepentinganmu selama lima tahun.

Oleh : Markus Makai

Related Posts:

Tawa dibalik cita

Foto : Degei Liks
Anak kecil punya cinta-cita yang luar biasa.



Mereka ramai di sore itu. Para penggemar si kulit bundar sedang asyik merebut bola dalam ruang hijau.  (Panitia) mahasiswa A-A PANDODEI SE Sulawesi) , sedang mencari bolpoin warna merah untuk mencoret mereka yang kalah dalam pertandingan itu (sistim gugur).

Pemimpin pertandingan sedang mencari nafas untuk meniup peluit. Bendera jebakan offside,  sedang berkibar di pinggir lapangan kodim bersama kabut alias wasit kedua.

Cinta dan love sedang asyik menonton bola, dipinggir lapangan. Mereka sambil mewarnai bibir dan gigi menjadi merah, ternyata itu pinang, sirih dan kapur yang bertengkar di mulut.

Itulah sedikit suasana yang muncul saat pertandingan berlangsung di Kodim Sapta Marga Nabire.  Sekitar jutaan kisah, bahkan cerita terjadi saat itu. Dari cerita yang biasa,  sampai cerita yang tak bisa dibayangkan terjadi waktu itu.

 Namun, yang saya masih ingat, dan selalu saya ingat adalah sebuah cerita, yang mengajak saya untuk harus mengambil hp saya untuk mengabadikannya. "Dia boca cilik,  asal paniai papua, dengan semangat memegang bendara ofside dan menjaga yang ofside dengan tekun. Boca cilik itu, malas tau dengan yang sedang terjadi di sekitarnya.

"De serius,......de pegang bendera ofside" dan yang ofside de angkat bendera. De malas tau. Dan yang saya pikir kan saat itu adalah,  seandaianya, kita orang mee apabila. Belajar sesuatu yang kita suka (hobby) dari kecil dengan baik, pasti kita menjadi orang yang ahli dan pintar dalam suatu hal. Seperti : Wasit terbaik, pemain hebat, petani sukses, atletik tercepat,  dll.

Itu hanya belajar hayal dan cerita.

#kodim_dan_kabut_cilik

Related Posts:

PENYESALAN MENANTI DI BEKAS LUDAHMU


Aku ingin kasih setangkai bunga mawar yang batangnya penuh dengan diri ini  tapi  aku  takut di tolak.

Kata tolak saya memahami dalam buku besar bahasa Indonesia adalah hanya menunda di lain waktu karena dia sebagai manusia biasa tidak mampu mengambil keputusan  langsung maka dia menunda.

Namun lain kesempatan dia akan balik mencari kita dengan tetetasn air mata yang penuh kekecewaan, kerena sebagai manusia punya kesadaran maka dia akan meminta maaf  atas tutur kata yang pernah ia ungkapkan.

Penyesalan menanti di bekas ludah yang  perna ia  buang pada seseorang lalu pikir kembali kenapa bisa terjadi seperti demikian itu adalah masalah buat kamu.

Sebagai manusia yang punya akal dan budi, berpikir dahulu sebelum mengungkapkan sesuatu paada orang lain kerena ketika kita salah memilih kata, maka terjadilah jembatan penyesalan namun orang lain pun siapa  membalas tutur  kata yang perna kita ungkapkan.

 Ketika kita menawarkan cinta pada orang lain itu  bukan salah itu bukan dosa, tetapi kita bemberikan  kejujuran pendapat isih hati,   pada orang yang ingin kita sampaikan rasa cinta Kita.

Penyesalan yang terbaik adalah sadar diri  mengambil tindakan keputusan  bahwa saya sebagai manusia, saya tdak akan lakukan hal seperti demikian.

By Manjar. B. Wakei

Related Posts:

CARA MEMBUAT TANDA TANGAN SENDIRI DI CORELDRAW

SA BELAJAR SA BERNBAGI. Kali ini saya akan membagikan tutorial untuk membuat tanda tangan dengan CorelDraw X7. Anda pasati ingin sekali membuat tanda tangan di computer. Kita lansung saja membuat tanda tangannya. Okeee goooo….!!!!
  1. Alat dan bahan yang perlu anda siapkan adalah Leptop atau computer yang sudah terpasang atau terinstall CorelDraw.
  2. Jalankan aplikasi CorelDrawnya, kemudian buka dokumen baru untuk membuat ttd kamu.

  1. Setelah itu  pilih Pen Tool  untuk menulis tanda tangan anda pertama klik dan arahkan bagian lengkungan tanta tangan anda, kekiri atau ke kanan.

  1. Setelah itu untuk melanjutkan dari suatu ujung pilih kembali pen tool dan klik di ujung yang satunya, sampai tandan tangan anda jadi tetapi sempurnah

  1. Dan untuk  proses selanjutkan kita akan menebalkan dan memilih bentuknya batang. Denagan menekan tombol F12.  Nah akan muncul Ouline pen seperti image berikut ini

  1. Setelah itu klik OK dan selanjutnya akan akan ada perubahan yang terjadi pada tanda tangan yang sudah kita buat.

  1. Dan selanjutnya atur ukurang garis tanda tangannya dengan cara Ctrl + A (unutk menandai semua). Pilih berapa pixel yang sesuai dengan keinginan kamu.

  1. Oke setelah sudah rasa cukup masih tetap dalam terseleksi. Anda tekan Ctrl + Shif + Q ()  dan dari situ perbesar garis-garis di ujung tnada tangansesuai dengan kemauan anda. Setelah itu tulis nama dan gelar jika ada, untuk menulis nama pilih              setalah itu klik dimana kamu mau memulai menulis, format font tema-teman bisa pilih sesuai dengan keinginan teman-teman.
S
  1. Untuk proses selanjutnya simpan, pilih File > Export for > Web
  1. Dan selanjutnya pilih format gambar (PNG), mode warnah (RGB color (24 bit)). Setelah sudah klik save as, dan selanjutnya cari lokasi penyimpanan tanda tangan anda. Dan Save.
  1. Dan selanjutnya kamu bisa lihat tanda tangan anda yang baru saja kamu buat, boleh juga di coba di surat atau undangan.
  2. Contohnya seperti berikut ini :

Nah itulah sedikit tutorial dari saya semoga bermanfaat buat teman-teman seekalian, dan jangan lupa untuk membagikan kepada semua teman kelas kamu, teman kerja, atau teman hidup kamu. Kritik dan saran yang sifatnya untuk membagun pada tutorial berikutnya penulis sangat membutuhkan, kritik dan saran bisa disampaikan melalui Facebook: Fransiskus Degei, atau email saya : siskuz@yahoo.co.id

Related Posts: